Monday, April 25, 2011

The Show Must Goes On

The Show Must Goes on

Setelah sekian lama gak membuat entry baru akhirnya saya memutuskan untuk menulis sesuatu lagi. Di samping gw mau bagi-bagi berkat, ini sekalian buat pelampiasan gw lagi bad mood.. hahaha.. Semoga entry berikutnya gak selama ini lagi yah (dan bukan karena bad mood).. Oiya map layoutnya masih berantakan, belum menemukan niat untuk memperbaiki..

Belakangan ini gw selalu diingetin entah dari kotbah waktu Paskah, dan juga dari kehidupan gw sehari-hari bahwa seringkali things are not going as we planned.. and shit happens.. Hal-hal yang di luar kendali kita ini seringkali membuat kita tertekan (baca: galau), padahal kehidupan kita terus berjalan, tugas-tugas tetep harus diselesaikan.. Di saat-saat seperti inilah karakter kita diuji.. Apakah kita bisa tetep profesional dan tetep menjalankan kewajiban kita? Terutama kalau kewajiban kita berdampak ke orang lain juga.. Atau malah kita mundur dan pundung sama alam semesta?

Gw pernah denger satu cerita, kalo ga salah sih ini cerita nyata, tapi gw lupa ini tentang siapa.. Ceritanya ada seorang stand up comedian, dia emang orang terkenal dan joke-jokenya lucu (ya iyalah).. Nah pada suatu hari, ketika ia lagi manggung di sebuah acara, pas break ia mendapat kabar bahwa istrinya yang lagi dirawat di rumah sakit meninggal.. Walau demikian, dia akhirnya memutuskan untuk tetap melanjutkan penampilannya dan bahkan ia berhasil menghibur para hadirin yang datang, one of his best performance lah.. Baru di keesokan harinya orang-orang yang dateng itu sadar bahwa si komedian ini tetap melanjutkan penampilannya walaupun dia tau istrinya meninggal. Ketika ditanya kenapa dia bisa begitu, dia jawab kayak gini (intinya sama lah, tapi kata-katanya gw lupa) “jelas saya sedih istri saya meninggal, but the show must goes on.

Dalam kehidupan kita, hal-hal kayak gini sering banget terjadi.. But the show must goes on.. Si komedian ini dihadapkan pada dua pilihan waktu dia tau istrinya meninggal, minta ijin dan mundur (which is very understandable) atau tetap melanjutkan dan menghibur banyak orang.. Seperti juga dalam kehidupan, 2 choices, give up or go on? memikirkan kepentingan kita atau kepentingan bersama? Kadang-kadang kita harus mengesampingkan kepentingan dan perasaan kita untuk kepentingan bersama, walaupun dalam kondisi di mana mengutamakan kepentingan kita tidak salah.. It’s a choice between doing good or doing greater good..

Sebagai contoh, kita harus bertanggung jawab atas kesalahan yang gak kita buat.. Misalnya dalam sebuah proyek, co-worker dalam kelompok kita membuat kesalahan yang menyebabkan kita harus menutupi kesalahan tersebut.. Kita gak salah dan berhak marah sama teman kita tersebut.. Tapi ada pilihan kedua, kesampingkan itu dulu dan selesaikan tanggung jawab kelompok.. Pilihan pertama gak salah, tapi pilihan kedua lebih banyak memberikan keuntungan dengan mengorbankan hak kita untuk marah.. Seandainya kita marah, ada resiko kerja sama tim jadi kurang baik dan mengakibatkan proyek tersebut gak berjalan dengan maksimal (agak maksa, but you get the point lah).. Masih mending kalau proyeknya cuma tugas kampus, kalau proyeknya di suatu perusahaan besar dan melibatkan banyak uang?

Bukan soal benar atau salah, yang penting respon.. Siapa yang benar dan siapa yang salah itu merupakan urusan nomor dua.. Semakin kita dewasa, semakin banyak masalah yang gak bisa dihadapi hanya dengan siapa yang benar atau salah.. Hal yang paling utama, dan menunjukkan kedewasaan kita adalah respon kita terhadap masalah/perintah/tanggung jawab tersebut.. Intinya, kadang kita harus mengorbankan hak kita untuk kepentingan bersama.. So? Bad mood, problems, and those things which is out of our control may come and get us, but the show must goes on..

Tadinya gw mau bahas dari ayat Alkitab, tapi kayaknya gausah deh.. hahahaha.. Baca aja sendiri yah.. Kolose 3:23, 1 Pet 2:21-24 ..

No comments:

Post a Comment